Ketika kamu menjalani hidup yang terasa monoton (bangun, kerja, tidur), karena mungkin kamu hidup sendiri dan belum ada pasangan yang membuat hidupmu berwarna, kamu harus punya suatu keyakinan yang membuat hidupmu tetap dijalur yang benar.
Keyakinan, “Hidup ini, kamu hanya diminta untuk bertahan dalam kemuliaan, selagi menunggu datangnya kematian.”
Kamu punya dua pilihan yang sepenuhnya ada dalam kendali kamu, hidup dalam kemuliaan atau hidup dalam kehinaan.
Hidup dalam kehinaan, contohnya mendapatkan kebutuhan pokok dengan mengemis, meminta-minta ataupun dengan mencuri; tidak mau berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri padahal masih sehat dan kuat fisik; melakukan tindakan menyimpang dari norma yang berlaku di tempat. Kamu bahkan tidak perlu usaha sama sekali untuk hidup dalam kehinaan.
Hidup dalam kemuliaan, mutlak perlu adanya usaha dari diri sendiri. Kamu tidak akan mulia jika tidak melakukan apa-apa. Contohnya dengan bekerja, agar bisa menghidupi diri sendiri; taat menjalani aturan yang berlaku di masyarakat; menciptakan karya yang memberi manfaat ataupun menciptakan lapangan pekerjaan.
Jika kamu merasa hidupmu biasa-biasa saja setiap harinya, merasa fase hidupmu tertinggal dari orang lain, itu tidak apa-apa selama kamu hidup dalam kemuliaan. Karena hidup ini bukan perlombaan untuk menjadi lebih kaya dari orang lain, lebih berkuasa dari orang lain, lebih terkenal dari orang lain. Kamu hanya diminta untuk bertahan, selagi menunggu datangnya kematian yang pasti.